Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholat. Tampilkan semua postingan

Stokastik Hibrid

Indikator Hybrid Stochastic adalah RSI Stochastic yang dijelaskan oleh Tushar Chande dan Stanley Kroll yang terkenal dalam buku mereka yang berjudul “ The New Technical Trader” . Tujuan utama dari indikator ini adalah untuk menghasilkan lebih banyak sinyal Overbought dan Oversold dibandingkan indikator Relative Strength (RSI) tradisional. Menggabungkan 2 indikator ini memperluas jangkauan wilayah overbought dan oversold.

Ide di baliknya adalah dengan menggunakan rumus Stochastic pada nilai RSI. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang cara kerja internalnya, ada artikel fantastis di situs Investopedia .


BAGAIMANA CARA “MEMBACA” STOCHASTIC HYBRID

  1. Penulis menyarankan agar level 20/80 digunakan sebagai wilayah oversold/Overbought, namun seperti yang kita ketahui, setiap indikator harus dikalibrasi dengan Simbol, Timeframe, dan Strategi yang sedang digunakan trader.
  2. Tetap waspada ketika Hybrid Stochastic mencapai nilai di bawah 20 dan di atas 80 dan kemudian mulai berbalik arah, oleh karena itu kami menerapkan sistem pewarnaan pada lereng ATAS dan BAWAH.
  3. Stochastic Hibrid adalah alat yang ampuh untuk melihat Divergensi antara pergerakan Aksi Harga dan pergerakan indikator.
  4. Anda juga dapat melihat pergerakan berlawanan yang kuat ketika Harga tetap pada level yang sama pada grafik tetapi Stochastic Hibrid bergerak dari satu sisi kisaran osilator ke sisi lain dengan cepat - lebih terlihat pada jangka waktu yang lebih rendah.


PENGATURAN

  • %K, %D, dan periode penghitungan Perlambatan.
  • periode RSI.
  • Level & gaya Overbought & Oversold
  • Apakah Anda ingin menyembunyikan nama indikator dari sub-jendela? (ideal jika Anda menggunakan Mini Chart).
  • Apakah Anda ingin menyembunyikan label "Overbought" dan "Oversold" dari indikator?


Menikmati!


Jika Anda menyukai indikator ini, yang saya minta hanyalah sedikit Review (bukan Komentar, tapi REVIEW! )...   

Ini akan sangat berarti bagiku... Dan dengan cara ini aku bisa terus membagikan Barang-Barang Keren Gratis...

Tanpa Pamrih! Pernah!


Hidup panjang dan sejahtera!

;)



Ricardo Coelho
43
Ricardo Coelho 31.10.2023 00:29   
 
  PENGENAL

Produknya lahir.

savio024
14
savio024 2023.02.04 23:59   
 
  PENGENAL

Indikator Unik yang Luar Biasa dan berfungsi pada setiap kerangka waktu di MT5 ... Indikator yang harus ada di grafik perdagangan Anda The Kingfisher :)

pdev
616
pdev 2022.07.10 03:31   
 
  PENGENAL

Ini benar-benar indikator terbaik di kotak peralatan saya untuk scalping. Saya juga telah menggunakan indikator Stoch RSI lainnya, tetapi ada sesuatu yang unik tentang bagaimana indikator ini diplot sehingga membantu melihat divergensi dengan sangat jelas. Angkat topi untuk penulis! Terima kasih Pak! Sekadar permintaan, saya sangat ingin menggunakan indikator ini di ForexTester5 untuk backtesting, jadi apakah mungkin untuk mendapatkan kode sumbernya (MT5) atau versi kompilasi untuk FT5? Senang membayarnya

Shalat Fajar: Tata Cara, Niat, dan Keutamaannya

Shalat sunnah 2 rakaat sebelum shalat subuh
sumber
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri Asri
Disunting oleh Debora Gracia

Daftar isi artikel
Mengenal Shalat Fajar
Tata Cara Shalat Sunnah Fajar
Waktu Shalat Sunnah Fajar
Dzikir setelah Shalat Sunnah Fajar
Keutamaan Shalat Fajar Sunnah
Shalat fajar sering diartikan sebagai shalat subuh. Namun, ini adalah 2 jenis ibadah yang berbeda. Shalat subuh adalah shalat wajib 5 waktu bagi umat Islam, sedangkan shalat fajar yakni shalat yang sunnah dilaksanakan. Arti sunnah adalah mendapatkan pahala atau ganjaran ketika melaksakannya dan tidak mendapat dosa saat meninggalkannya. Terlihat serupa, tapi tata cara serta proses dari shalat sunnah ini berbeda.

Diyakini seseorang yang melaksanakan shalat sunnah di waktu fajar ini mendapatkan keutamaan dan keberkahan dari Allah. Pahalanya akan digandakan berkali-kali lipat.Lantas seperti apa niat, tata cara serta keutamaan dari shalat fajar ini? Yuk, cari tahu!
Shalat Fajar adalah shalat sunnah yang dilakukan sebelum melaksanakan shalat subuh. Biasanya, shalat ini dilaksanakan ketika mendekati waktu shalat subuh. Untuk rakaatnya sendiri pun berjumlah 2 layaknya shalat wajib subuh. Dilansir dari NU Online, Imam Abu Hasan al-Mubarakfuri mengartikan dua rakaat shalat fajar sebagai shalat qabliyah subuh. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam riwayat Mir’ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih, yang berbunyi:

قوله (ركعتا الفجر) أي سنة الفجر هي المشهورة بهذا الاسم
Artinya:
“Makus dari perkataan ‘dua rakaat shalat fajar’ (dalam hadits) adalah shalat sunnah (qabliyah) fajar. Penyebutannya memang masyhur dengan nama ini” (Abu al-Hasan al-Mubarakfuri, Mir’ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih, juz 4, hal. 137).

Penamaan istilah shalat fajar ini sebenarnya cukup banyak. Ada yang menamai shalat sunnah subuh karena dilaksanakan sebelum waktu subuh. Adapun yang mengatakan shalat sunnah barad karena dilakukan ketika pagi hari dengan suhu sejuk. Selain itu, nama shalat sunnah ini juga disebut shalat sunnah ghadar, yakni shalat sunnah yang dilakukan masih dini hari sekali.

Arti dari shalat fajar sebagai shalat qabliyyah subuh juga dikuatkan karena gabungan kata “rak‘atai-l-fajr” yang artinya dua rakaat shalat fajar. Adapun ini tertuang dalam hadits berikut:

عن حفصة قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي ركعتي الفجر قبل الصبح في بيتي يخففهما جدا
Artinya:
“Diriwayatkan dari Sayyidah Hafshah, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat dua rakaat fajar sebelum melaksanakan shalat subuh di rumahku dengan sangat cepat” (HR. Ahmad).

Selain itu, ada bunyi hadits lain yang mendukung pernyataan tersebut seperti:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ
Artinya:
“Diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah radliyallahu ‘anha, beliau berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam belum pernah dalam melakukan shalat sunnah lebih diperhatikan dari dua rakaat fajar” (HR. Bukhari)

Tata Cara Shalat Sunnah Fajar
Karena ini merupakan shalat sunnah yang berbeda dari shalat subuh, tata caranya pun berbeda.

Berikut sejumlah tata cara dari shalat fajar sunnah 2 rakaat, antara lain:
1. Niat Shalat
Niat dalam shalat fajar dalam Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi memaparkan ada sejumlah niat yang bisa dicontoh untuk melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat ini.

Niatnya seperti:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالى

Ushalli sunnatal fajri rok’ataini ada’an lillahi ta’ala

Artinya:
 “Saya niat shalat sunnah fajar dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Selain itu, niat shalat sunnah fajar juga bisa dengan niat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْبَرَدِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالى

Ushalli sunnatal barodi rok’ataini ada’an lillahi ta’ala


Atau dengan niat seperti:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْبَرَدِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالى

Ushalli sunnatas subhi rok’ataini ada’an lillahi ta’ala
Artinya: 
"Saya niat shalat sunnah subuh fajar dua rakaat karena Allah Ta’ala"

Adapun niat shalat fajar yang lebih lengkap untuk seorang mukmin seperti:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatas shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala
Artinya: 
“Saya niat shalat sunnah subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”
 
2. Pelaksanaan Shalat
Shalat sunnah fajar ini berjumlah 2 rakaat dan dilaksanakan pada waktu sebelum shalat shubuh. Untuk tata cara pelaksanannya yakni seperti berikut ini:

Rakaat Pertama
Ketika melaksanakan rakaat pertama, diikuti surah al-Fatihah dan disunahkan membaca surah al-Kafirun.

Selain itu, dibolehkan juga untuk membaca potongan ayat dari surah al-Baqarah yakni:

قولوا آمنا بالله واما أنزل إلينا
(qūlwā amnā bāllh wāmā anzl ilīnā.

Rakaat Kedua
Sedangkan pada rakaat kedua diikuti dengan membaca surah al-Ikhlas, atau bisa juga membaca ayat surah Ali Imran yakni:

قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء
(qul lii ahlil-kitāb taallwā ili kalmaẗsawaaʾ)

Hal ini didasarkan pada hadits muslim yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Hurairah Ra.

Adapun hadits tersebut berbunyi:

عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم “قرأ في ركعتي الفجر قل يا أيها الكافرون وقل هو الله أحد
Artinya: 
“Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw membaca al-Kafirun dan al-Ikhlas pada saat shalat fajar dua rakaat.”

Sedangkan dalam riwayat lain, ada hadits muslim dari Ibnu Abbas:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقرأ في ركعتي الفجر (قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا ) والتي في آل عمران ( تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم)

Artinya: “Rasulullah Saw membaca ‘Quluu Amanna billahi wa maa unzila ilaina’ dan ayat dalam Ali Imran, ‘Ta’aalau ila kalimatin sawa’in bainana wa bainakum’ pada saat shalat fajar.”

Rasulullah SAW ketika melaksanakan shalat fajar ini tidak terlalu lama. Ini tertuang pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim melalui Aisyah Ra,

كان النبي صلى الله عليه وسلم يخفف الركعتين اللتين قبل صلاة الصبح حتى إني لأقول هل قرأ بأم الكتاب
Artinya:
“Nabi SAW meringankan bacaan dalam dua rakaat sebelum subuh sehingga aku berkata ‘apakah beliau membaca al-Fatihah saja?'”

Sahabat Nabi SAW di kala itu bertanya, "bagimana jika datang ke masjid dan shalat subuh telah dimulai dan tidak sempat melakukan shalat fajar?"

Ketika kita tertinggal seperti itu, maka seorang muslim diperbolehkan melakukannya setelah waktu shalat subuh, atau boleh juga melakukannya setelah naiknya matahari (irtifa’).

Pelaksanaan waktu shalat fajar ini diriwayatkan oleh Abu Dawud,

عن قيس بن عمرو قال : “رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلا يصلي بعد صلاة الصبح ركعتين فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: صلاة الصبح ركعتان فقال الرجل إني لم أكن صليت الركعتين اللتين قبلهما فصليتهما الآن فسكت رسول الله صلى الله عليه وسلم” رواه أبو داود
Artinya:
“Dari Qais bin Amr berkata: Rasulullah Saw melihat seorang laki-laki melakukan shalat dua rakaat setelah shalat subuh, kemudian Rasul berkata: Shalat subuh itu hanya dua rakaat.

Kemudian laki-laki itu menjawab: sesungguhnya aku belum melakukan shalat dua rakaat sebelum subuh, sehingga aku melakukannya sekarang (setelah shalat subuh), kemudian Rasulullah Saw diam.” (HR. Abu Dawud)

Waktu Shalat Sunnah Fajar
Shalat sunnah fajar termasuk ke dalam shalat sunnah yang tidak disunnahkan untuk dikerjakan secara berjamaah. Shalat fajar dikerjakan pada terbit fajar shidiq atau setelah azan Subun (awal waktu) dan dikerjakan sebanyak 2 (dua) rakaat.

Dzikir setelah Shalat Sunnah Fajar

Dikutip dari kitab Nihayatuzzain, berikut ini adalah rangkaian dzikir dan doa yang sunnah kita lafadzkan saat jeda antara shalat fajar hingga pelaksanaan salat shubuh:

Diawali dengan pembacaan dzikir:

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ لآ إلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Ya hayyu ya qoyyum laa ilaaha illa anta (40 kali)
Artinya:
“Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, tiada tuhan selain Engkau”Dilanjutkan dengan membaca 
  • surat al-ikhlas sebanyak 11 x
  • Dilanjutkan dengan membaca surat al-falaq sebanyak 1 x
  • Dilanjutkan dengan membaca surat an-naas sebanyak 1 x
Dilanjutkan dengan berdzikir:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adzim astaghfirulloh
Artinya:
“Maha Suci Allah, dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Aku memohon ampunan pada Allah”

Dilanjutkan dengan berdzikir:

سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَ بِالْعَظَمَةِ سُبْحَانَ مَنْ تَرَدَّى بِالْكِبْرِيَاءِ سُبْحَانَ مَنْ تَفَرَّدَ بِالْوَحْدَانِيَّةِ سُبْحَانَ مَنْ احْتَجَبَ بِالنُّوْرِ سُبْحَانَ مَنْ قَهَرَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ سُبْحَانَ مَنْ لَا يَفُوْتُهُ فَوْتٌ سُبْحَانَ الْأَوَّلُ الْمُبْدِىءُ سُبْحَانَ الْآخِرِ الْمُفْنِيْ سُبْحَانَ مَنْ تَسَمَّى قَبْلَ أَنْ يُسَمَّى سُبْحَانَ مَنْ عَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ سُبْحَانَ مَنْ كَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ سُبْحَانَ مَنْ لَايَعْلَمُ قَدْرَهُ غَيْرُهُ )سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ (3 X سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Subhana Man ta’azzaza bil-adzomati, subhana Man tarodda bil-kibriyaa`i, subhana Man tafarroda bil wahdaniyyati, subhana man ihtajaba bin-nuuri, subahan Man qaharol ‘ibaada bil mauti, subhana Man laa yafuutuhu fautun, subhanal awwal al-mubdi, subhanal akhir al-mufni, subhana man tasamma qobla ay yusamma, subhana Man ‘allama Adamal asmaa`a, subhana man kaana ‘arsuhu ‘alal maa, subhana Man ya’lamu qadrohu ghoiruhu (Subhanallah wabihamdihi subhanallahil ‘adzim astaghfirulloh) subhana Robbika Robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin
Artinya:
“Maha suci Dzat yang perkasa dengan keagungan-Nya, Maha suci Dzat yang berhiaskan kebesaran, Maha suci Dzat yang menyendiri dalam sifat keesaan-Nya, Maha suci yang berhijab dengan cahaya, Mahasuci Dzat yang melemahkan para hamba dengan kematian, Maha suci Dzat yang tidak disibukkan oeh kesibukan apapun, Maha suci Dzat yang Maha Awal dan Maha mengawali, Maha suci Dzat yang Maha Akhir dan Maha memfanakan, Maha suci Dzat yang menamai sebelum dinamai, Maha suci Dzat yang mengajarkan nama-nama kepada Adam, Maha suci Dzat yang singgsana-Nya berada di atas air, Maha suci Dzat yang kadar-Nya tidak diketahui oleh sesiapapun (Maha Suci Allah, dan dengan memuji-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung), Maha suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha lebih mulia dari apa yang mereka sifatkan, keselamatan bagi para Rasul, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam”.

Lalu berbaring ke samping kanan dengan membaca:

اللهم رَبَّ جِبْرِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ وَرَبَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ

Allahumma Robbi Jibrila wa Mikaila wa Isroofiila wa ‘Izrooiila, wa Robbi Sayyidina Muhammadin Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Ajirnii minan naar”
Artinya:
“Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, dan Tuhannya junjungan kami Muhammad SAW. Selamatkanlah kami dari neraka”.

Ada beberapa keutamaan dari melaksanakan shalat sunnah fajar ini.

Dilansir dari MuslimID, ada riwayat sahabat Aisyah radhiyallahu ‘anha, tentang keutamaan dari shalat fajar. Hadits tersebut berisi:

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْر
Artinya:
"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melakukan satu shalat sunnah pun yang lebih beliau jaga dalam melaksanakannya melebihi dua rakaat shalat sunnah subuh.” (HR Bukhari 1093 dan Muslim 1191)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menambahkan:
"Ketika safar (perjalanan), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap rutin dan teratur mengerjakan shalat sunnah fajar dan shalat witir melebihi shalat-shalat sunnah yang lainnya.

Tidak dinukil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melaksankan shalat sunnah rawatib selain dua shalat tersebut selama beliau melakukan safar" (Zaadul Ma’ad I/315)

Keutamaan shalat fajar sunnah ini juga disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Artinya:
“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim725).

Selain itu, terdapat beberapa hadits terkait keutamaan setelah shalat sunnah fajar menurut riwayat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits tersebut, dibolehkan untuk berbaring dengan sisi tubuh sebelah kanan setelah melakukan shalat sunnah subuh.

Di antaranya ini tertuang pada hadits seperti ini:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا سَكَتَ اْلمُؤَذّنُ بِاْلأُوْلَى مِنْ صَلاَةِ اْلفَجْرِ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيْفَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ اْلفَجْرِ بَعْدَ اَنْ يَسْتَبِيْنَ اْلفَجْرُ ثُمَّ اضْطَجَعَ عَلَى شِقّهِ اْلاَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ اْلمُؤَذّنُ لِلإِقَامَةِ
Artinya:
“Apabila muadzdzin telah selesai adzan untuk shalat subuh, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum shalat subuh, beliau shalat ringan lebih dahulu dua rakaat sesudah terbit fajar.

Setelah itu beliau berbaring pada sisi lambung kanan beliau sampai datang muadzin kepada beliau untuk iqamat shalat subuh.” (HR Bukhari 590)

Itulah tata cara, waktu, dan keutamaan dari menjalani shalat fajar. Mulai sekarang, yuk coba terapkan sehari-hari!

Sumber

Baca Juga: 

Tafakur

Tafakur Artinya dalam Islam
Tafakur mengandung arti memikirkan, merenungkan, mengingat Allah melalui segala ciptaanNya yang tersebar di langit dan bumi. Bahkan yang ada dalam diri manusia sendiri, seperti yang dikutip dari buku Spiritual Management karya Sanerya Hendrawan.

Quraish Shihab dalam buku Tadabbur Quran Tafakur Alam berpendapat bahwa tafakur dibentuk dari kata fikr berasal dari fakr dalam bentuk faraka yang berarti mengorek sehingga apa yang dikorek muncul, menumbuk hingga hancur, menyikat (pakaian) hingga kotorannya hilang.

Tujuan dari bertafakur ini adalah menumbuhkan kesadaran di dalam diri tentang kekuasaan, kebesaran, dan keagungan Allah SWT dalam setiap objek ciptaanNya. Sebab itu, cara bertafakur dapat dilakukan berdasarkan jenisnya yakni, tafakur alam dan tafakur diri.

Cara Tafakur
Cara tafakur yang dapat dilakukan adalah tafakur alam. Tafakur alam artinya perbuatan yang diperintahkan dalam agama dan ditunjukkan bagi mereka yang memiliki pengetahuan untuk merenungkan berbagai fenomena alam.

Tafakur ini mengajarkan kita berguru pada fenomena alam untuk memahami tanda-tanda kekuasaanNya. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka."

Sementara itu, tafakur diri adalah mencari tahu hakikat diri untuk mengenal diri sendiri. Pasalnya, pengenalan Allah harus bermula dari diri sendiri sebagai instrumen intelektual dan spiritual yang paling tinggi. Sebagaimana yang termaktub dalam surat Adz Dzariyat ayat 21,

وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Artinya: "dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"

Keutamaan Tafakur
Melansir dari buku Tafakur Sesaat Lebih Baik dari Ibadah Setahun karya KH Abdullah Bin Nuh, beberapa kali Allah SWT memerintahkan umat muslim untuk bertafakur. Setidaknya ada 17 ayat dalam 12 surat yang menggunakan term tafakkur dan segala bentuk kata jadiannya berikut dengan keutamaan tafakur.

1. Tafakur bisa menambah rasa syukur kepada nikmat-nikmat yang diberikanNya seperti dalam surat An Nahl ayat 14,

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: "Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur."

2. Tafakur dapat menumbuhkan rasa takut terhadap adzab yang akan diberikan Allah. Sehingga mempersiapkan diri agar dari perbuatan noda, dosa, segala macam maksiat. Berikut bunyi dari surat Al Baqarah ayat 266,

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Artinya: "Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tuanya sedang dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya."

Sumber lain menyebutkan pula bahwa tafakur adalah salah satu ibadah yang mudah dilakukan tanpa
 gerakan apapun, namun nilainya tetap luar biasa di mata Allah. Jadi, jangan lupa untuk selalu bertafakur ya, 

Baca juga:
2 Ayat Terakhir Surah Al Baqarah dan Keutamaannya, Apa Saja?

Bacaan Dzikir Setelah Sholat

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Lengkap

Selepas salat jangan buru-buru melipat sarung atau mukena. Sebaiknya Pins membaca doa-doa dan berdzikir terlebih dulu. Dalam sunah, dianjurkan untuk dzikir sesudah sholat guna menyempurnakan ibadahnya. Khususnya ketika menjalankan sholat wajib.

Pinhome – Di bawah ini, diuraikan bacaan dzikir setelah sholat yang dapat Pins panjatkan. Selain itu, dijelaskan pula keutamaan dan artinya. Berikut bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai sunah.

Hadis tentang Dzikir Setelah Sholat

Berdzikir merupakan salah satu upaya untuk dekat dengan Allah SWT. Sebetulnya dzikir dapat dilakukan kapan saja, namun bila Pins ingin menyempurnakan ibadah sholat, maka disarankan untuk berdzikir setelahnya.

Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَٰرَ ٱلسُّجُودِ

Artinya: “Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari dan setiap selesai shalat.” – QS. Qaaf ayat 40.

Terdapat beberapa keutamaan yang dapat diraih dengan rajin berdzikir. Dalam surah Al-Munafiqun ayat 9, Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jangan sampai harta dan anak-anakmu melalaikan kalian dari berdzikir kepada Allah, dan siapa yang melakukan hal itu, maka mereka adalah orang-orang yang merugi.”

Dalam potongan surah Al-Ahzab ayat 35, surah lainnya, Allah SWT pernah bersabda yang artinya demikian:

“…Dan laki-laki maupun para wanita yang banyak berdzikir kepada Allah, sungguh Allah sediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Rasulullah SAW pun pernah bersabda yang artinya seperti berikut:

“Dari Abu Umamah, ia berkata: Dikatakan kepada Rasulullah SAW, apakah doa yang paling didengarkan? Rasulullah menjawab: Doa di tengah malam dan doa di akhir sholat wajib”. – HR. at-Tirmidzi.
Bacaan Dzikir Sesudah Sholat

Berikut bacaan dzikir sesudah sholat yang dapat Pins baca:

Membaca istighfar
1. kamu dapat membaca istigfar sebanyak tiga kali.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal ‘adziim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung , tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dzat yang maha hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluknya tiada henti. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

2. lanjutkan dengan membaca kalimat berikut sebanyak 10 kali.

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qodir.

3. Selain itu, baca pula doa berikut sebanyak tiga kali. Untuk sholat Magrib dan Subuh dapat dibaca sebanyak tujuh kali.

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

Allahumma ajirni minnaar

4. Guna memperkuat bacaan dzikirnya, lafalkan pula kalimat berikut:

اَللَّـهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wasyukrika wa husni ‘ibadatika.

5. Lanjutkan bacaan tersebut dengan melafalkan kalimat pujian untuk Allah SWT. Berikut bacaannya:

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

Arab latin: Allaahumma antas salaam waminkas salaam wa ilaika ya’uudus salaam fahayyinaa robbanaa bis salaam wa adkhilnal jannata daaros salaam tabaarokta robbanaa wa ta’ala ita yaa dzal jalaali wal ikrom.
Membaca Al-Fatihah

Jika bacaan dzikir sesudah sholat di atas telah selesai, maka lanjutkan dengan membaca Al-Fatihah.

Membaca ayat kursi
Setelah Al-Fatihah, silakan membaca ayat kursi atau surah Al-Baqarah ayat 255. Berikut bacaannya:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

Arab latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasia kursi yuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal ‘aliyul-‘aẓīm

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Membaca bacaan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil

Lalu, lanjutkan dengan membaca kalimat tasbih, tahmid, dan tahlil masing-masing sebanyak 33 kali.

  1. Subhanallah – 33 kali
  2. Alhamdulillaah – 33 kali
  3. Allaahu Akbar – 33 kali
  4. La Ilaha Illallah – 33 kali
Bacaan doa setelah dzikir

Terakhir, kamu dapat membaca bacaan doa setelah dzikir berikut ini:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Arab latin: Bismillaahirrahmaanirrahiim.Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin, hamdan yuwaafii ni’amahu wa yukafi maziidahu. Ya rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghhi lijalaali wajhika wa’azi imi sulthaanika.

Baca pula doa berikut:

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

Arab latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad.

Dan, doa berikut ini:

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَا مَنَا وَرُكُوْ عَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّوْ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَ نَا يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ

Arab latin: Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaataana washiyaamanaa warukuu’anaa wasujuudanaa waqu’uudanaa watadlarru’anaa, watakhasysyu’anaa wata’abbudanaa, wa tammim taqshiiranaa yaa allah yaa rabbal’aalamiin.

Tak lupa, panjatkan pula doa pribadi yang sedang kamu minta dan harapanku. Doa tersebut bisa kamu baca atau ucapkan dalam hati.

Demikian bacaan dzikir setelah sholat fardhu yang dapat Pins panjatkan. Nah, karena sudah tahu, yuk sekarang jangan buru-buru melipat mukena dan sarung. Usahakan untuk berdzikir walau hanya sebentar dan belum sempurna.

Shalat adalah Mi’raj Orang Beriman

Makna Shalat adalah Mi’raj Orang Beriman, pada tanggal 27 Rajab, atau tepatnya pada hari ini bertepatan dengan terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj. Peristiwa diperjalankannya Nabi Muhammad Saw. – menurut pendapat banyak ulama – dari Masjidil Haram lalu Masjidi Aqsha, kemudian naik ke langit untuk mendapatkan perintah shalat secara langsung dari Allah Swt. Riwayat dari Nabi Saw. tentang detail “pertemuan” Nabi Muhammad Saw. umumnya tidak detail, sehingga para ulama menegaskan bahwa itu masuk ke dalam ranah keimanan. Terkait dengan hubungan shalat dengan mi’raj-nya Nabi Muhammad Saw., kita tentu pernah mendengar bahwa ada ungkapan

الصلاة معراج المؤمن

Shalat adalah mi’raj-nya orang beriman.


Dari ungkapan tersebut tergambar bahwa jika dikiaskan dengan proses mi’raj yaitu naiknya Nabi Muhammad hingga ke sidratu al-muntaha, maka shalat disebut-sebut sebagai sarana naiknya orang beriman bertemu Allah. Tapi benarkah demikian? Dan, benarkah kalau ada yang mengatakan kalau itu adalah hadis ?

Saya akan menjawab pertanyaan kedua dahulu. Para ulama – sependek temuan penulis – sepakat bahwa itu hanyalah kalam hikmah, petuah yang baik, dan bukan hadis. Dalam kitab Mirqatu al-Mafatih beberapa kali disebut bahwa redaksi terdebut dengan kata qiila (dikatakan); warada (tersebut), dan sebagainya. Ini menjadi isyarat tegas bahwa kalimat tersebut bukan hadis Nabi Saw.

Namun, apakah pernyataan tersebut tidak ada nilai kebenarnya? Ternyata, ada banyak hadis yang sahih, yang menunjukkan keabsahan pernyataan tersebut. Misalnya, sabda Nabi Saw. yang disebutkan diantaranya dalam Shahih al-Bukhari, dari Anas bin Malik Ra.,

إن أحدكم إذا قام في الصلاة، فإنه يناجي ربه، وإن ربه بينه وبين القبلة

salah seorang kalian, sesungguhnya saat melaksanakan shalat, maka ia sedang bermunajat kepada Tuhannya. Dan sesungguhnya Tuhannya ada diantara ia dengan kiblat.

Menurut Syaikh Mulla al-Qari, dalam kitab Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih, ungkapan yunaaji rabbahu menunjukkan bahwa shalat adalah sarana terhubungnya hamba dengan Tuhannya. Shalat yang di dalamnya terdapat zikir, bacaan Alquran, dan gerakan, segenap itu semua menjadi paket berkomunikasinya seorang hamba dengan Allah.

Disinilah yang dimaksud perintah shalat untuk khusyu’. Karena jika shalat tidak khusyu’, maka seolah-olah ia sedang berkomunikasi dengan Allah, padahal ia tidak memahami siapa yang diajak bicara. Demikian penggambaran Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin. Dalam hadis lain, disebutkan dalam Sunan An-Nasa’I dan ad-Darimi, dari Abdullah bin Abi Awfa’ Ra.,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر الذكر ويقل اللغو ويطيل الصلاة ويقصر الخطبة … الخ

Rasulullah Saw. itu memperbanyak zikir, menyedikitkan senda gurau (yang tidak bermanfaat). Memperbanyak shalat, dan meringkaskan bertausiah.

Masih menurut Mulla al-Qari, penggambaran “memperbanyak shalat, meringkaskan khutbah” ini sejalan dengan ungkapan “shalat adalah mi’raj orang beriman”. Karena, Nabi Saw. lebih mengutamakan berkomunikasi kepada Allah Swt. untuk menyampaikan ajaran kepada manusia. Dalam sabda Nabi yang lain, Nabi bahkan menyebut shalat sebagai sarana qurrata a’yunin (yang membahagiakan pandangannya).

Akhir kata, kita dapat menyimpulkan bahwa shalat memang mi’raj orang beriman. Meskipun ungkapan tersebut bukan hadis, namun makna terkandung di dalamnya sangat bersesuaian dengan perintah-perintah dan tauladan dari Nabi tentang shalat.

Maka, dengan momentum isra’ mi’raj ini, mari kita semua memperbaiki kualitas shalat kita agar benar-benar menjadi sarana mi’raj manusia kepada Allah ta’ala. Amiin.

Sholat Sebagai Mi'rajnya Seorang Mukmin


Pandangan bahwa sholat adalah mikrajnya kaum beriman merujuk pada pendapat yang kedua, yakni bermi`raj secara spiritual. Sholat yang khusyu` dimungkinkan dapat mengantarkan orang mukmin berjumpa, ber muwajahah, ber muhawarah dan ber munajat, berkomunikasi secara intens dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala Bagaimana caranya?

Imam Gazali dalam Ihya `Ulumuddin menyebut enam makna batin yang dapat menyempurnakan makna sholat, yaitu
  1. Kehadiran hati, 
  2. Kefahaman, 
  3. Ta'zim, mengagungkan Allah, 
  4. Segan, haibah, 
  5. Berharap, raja, dan 
  6. malu.
Yang dimaksud dengan kehadiran hati (hudur al qalb) dalam sholat ialah bersihnya hati dari hal-hal yang tidak semestinya terlintas di dalam sholat, sinkron antara apa yang diucapkan dalam sholat dengan apa yang difikirkan.

Yang dimaksud dengan kefahaman, tafahhum, adalah faham terhadap makna dari apa yang diucapkan dalam sholat. Kefahaman akan makna yang dibaca akan dapat membantu menghadirkan hati.

Yang dimaksud dengan ta`zim ialah sikap hormat kepada Allah. Ta`zim merupakan buah dari dua pengetahuan, yaitu pengetahuan penghayatan atas kebesaran Allah dan kesadaran akan kehinaan dan keterbatasan dirinya sebagai makhluk.

Yang dimaksud dengan haibah ialah perasaan takut kepada Allah yang bersumber dari kesadaran bahwa kekuasaan Allah itu amat besar dan efektif serta menyadari bahwa hukum Allah atau sunnatullah itu pasti berlaku. Oleh karena itu ia sangat takut melanggar hukun-hukumnya, karena akibatnya merupakan satu kepastian.

Yang dimaksud dengan raja’, penuh harap, adalah selalu berfikir positif bahwa Allah Maha lembut dan luas kasih sayangNya. Di dalam sholat, perasaan harap dan cemas silih berganti, cemas takut melanggar, dan berharap memperoleh rahmatNya.

Sedangkan perasaan malu, haya’ kepada Allah bersumber dari kesadaran akan banyaknya kekurangan pada dirinya dalam menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala..Menurut Imam Gazali, jika ke enam hal itu berkumpul pada orang sholat, maka hatinya akan menjadi khusyu` karena seluruh cita rasanya, seluruh kesadarannya, tertuju hanya kepada Yang Satu, Yang Maha Agung, yang dihormati, ditakuti, tapi menjadi tumpuan harapannya. Aisyah pernah menceriterakan bahwa di luar sholat, Nabi biasa berbincang-bincang akrab dengan siapapun, tetapi ketika sedang sholat, beliau seakan-akan tidak mengenal orang lain, dan Aisyahpun bersikap seperti tidak mengenal beliau.

Khusyu akan mudah dicapai oleh orang yang lurus pandangan hidupnya, karena kekeliruan pandangan hidup akan menyulitkan pemusatan perhatian dalam beribadah. Kelezatan bermunajat hanya dimiliki oleh orang yang sudah tidak lagi mencintai harta benda duniawi, karena seperti yang dikatakan oleh al Gazali bahwa orang yang masih bergembira dengan harta benda, apalagi yang masih mencampur adukkan kebaikan dengan keburukan, ia tidak dapat bergembira dalam bermunajat kepada Allah. Cinta harta dan cinta kepada akhirat tidak bisa menyatu dalam satu wadah.


Fenomena Ka'bah dan Baitullah.
Apakah kita orang yang tahu dan kenal dengan RAHASIA KIBLAT kita yang sebenarnya, apakah kita termasuk yang mengerti dan faham akan hakikat Ka'bah dan Baitullah, atau sebaliknya kita adalah orang yang masa bodoh dengan itu semua.

KA'BAH adalah bangunan bersegi empat yang dibina oleh Nabi Ibrahim.As, yang terbuat oleh unsur-unsur dunia dan dapat dilihat oleh mata manusia,baik ia islam atau non islam, berada dikota Mekkah al Mukarramah,SAUDI ARABIA.

BAITULLAH adalah Bait=rumah , Allah=Tuhan, artinya Rumah Tuhan. Rumah Tuhan tidak lah mungkin manusia yang membuatnya, walaupun Ia seorang Nabi Allah, Nabi Ibrahim Hanya membuat Ka'bah atas perintah Allah sebagai pedoman atau tanda ADANYA BAITULLAH, tanda adanya Ka'bah adalah Maqam Ibrahim,hajar aswad dan hijr ismail.

Ka'bah adalah Arah Kiblat ketika kita melakukan peribadatan sedangkan Baitullah adalah Tempat kita melakukan peribadatan, ka'bah arah kiblat,baitullah tempat shalat...

Berdoalah Untuk Kedua Orang Tua
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Pada malam ini saya ingin mengingatkan, sudahkah kita berdoa untuk kedua orang tua kita? Kalau kedua orang tua kita bangun dikeheningan malam untuk memanjatkan doa merupakan hadiah yang terindah untuk kita sebagai putranya, tidakkah kita merasa malu bila tidak menyebut nama kedua orang tua kita dalam bisik lirih dengan khusyuk dihadapanNya?

Kalaulah selama ini ini doa untuk beliau, kita ucapkan diakhir permohonan, sekarang saatnya untuk menyebut nama kedua orang tua diawal kata penuh pengharapan, memohon ampunan kepada Allah untuk beliau.

Bila beliau telah tiada jadikanlah ketiadaan beliau bukan sebagai akhir bakti kita sebagai anaknya. Jadikan ketakbersamaan itu sebagai awal kita agar hati kita selalu berbisik, memohon ampun untuk beliau. agar bibir kita senantiasa bergerak memohon rahmat bagi beliau, agar mata ini selalu basah disaat jutaan manusia tengah terlelap dalam kelam, demi memohon surga untuk beliau yaitu kedua orang tua kita.

Allahuma firli wa liwaalidayya warhamhumaa kama robbayaanii shoghiro artinya Ya Allah ampunilah dosa2 kami dan dosa kedua kedua orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami diwaktu kecil.

Raihlah Keberkahan!
Raihlah keberkahan, karena hidup berkah akan selalu cukup dan kecukupan itu akan memperoleh keberkahan. Banyak orang yang meninggal dunia dalam keadaan merugi sebelum terwujudnya impian, belum sempat untuk beramal karena sibuk mengejar harta. Gemerlap dunia ibarat meminum air laut semakin banyak diminum semakin menambah rasa haus dan tidak pernah merasa cukup terhadap apa yang sudah dimiliki.

Orang yang tidak pernah puas maka ia tidak akan pernah bahagia. Hidupnya menjadi tidak berkah dan menderita. Namun orang yang merasa cukup dengan apa yang dimiliki maka Allah memberikan karuniaNya yang berlimpah. 'Barangsiapa yang memasrahkan kebutuhannya kepada Allah, niscaya Dia akan mendatangkan kepadanya rizki dengan segera atau menunda kematiannya.' (HR. Ahmad).

Bila hidup kita berkah, akan selalu merasa cukup dan bila kita kita merasa berkecukupan maka kita memperoleh keberkahan. 'Sesungguhnya Allah yang Maha Luas karuniaNYa lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hambaNya dengan rizki yang telah Dia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pemberian Allah maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki untuknya dan barangsiapa yang tidak ridha niscaya rizkinya tidak diberkahi (HR. Ahmad).

Bacaan Sholat



RUKUN SEMBAHYANG 13 PERKARA

1. Niat
2. Tegak berdiri betul
3. Takbiratulikhram
4. Membaca Al-fatihah
5. Ruku’
6. I’tidal
7. Sujud
8. Duduk diantara dua sujud
9. Duduk membaca tahiyat awal
10. Duduk Membaca tahiyat akhir
11. Membaca shalawat Nabi
12. Mengucapkan Salam
13. Tertib

1.Niat
Niat adallah Perbuatan yang dilakukan didalam hati dan dan siap dilaksanakan oleh anggota tubuh

2.Tegak berdiri betul
Tegak berdiri betul menghadap kiblat hadir hati akan zat Alah Swt

3.Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihkram dilakukan yaitu dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga untuk laki-laki, dan sejajar dengan dada untuk perempuan, sambil membaca:

اللَّهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar 
Artinya : Alloh yang maha besar

Takbiratul Ihram ini dilakukan bersamaan dengan Ucapan niat sholat di dalam hati, ini untuk mazhaf Shape'i

Kemudian kedua tangan disedekapkan pada dada dan membaca do’a iftitah:

Selanjutnya membaca :


Doa iftitah

كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, 
Artinya : Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. 
Artinya : Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Nya.

اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina.
Artinya : Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin
Artinya : Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri)

Dilanjutkan dengan membaca surat


4.Al-Fatihah:

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


bismillaahir-rohmaanir-rohiim

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ 

al-hamdu lillaahi robbil-'aalamiin

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.


الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۙ  

ar-rohmaanir-rohiim

Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.


مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ۗ 

maaliki yaumid-diin

Yang memerintah di hari beragama


اِيَّا كَ نَعْبُدُ وَاِ يَّا كَ نَسْتَعِيْنُ ۗ 

iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan

hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.


اِهْدِنَا الصِّرَا طَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ 

ihdinash-shiroothol-mustaqiim

Tunjukilah kami jalan yang lurus,


صِرَا طَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْت عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآ لِّيْنَ

shiroothollaziina an'amta 'alaihim ghoiril-maghdhuubi 'alaihim wa ladh-dhooolliin

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 


Dilanjutkan dengan membaca salah satu surah pendek atau ayat-ayat dalam Al-Qur’an

Seperti surat :

Al Ikhlas, Al Annas, Al Kafirun dll

5. Ruku
Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, tata cara sholat wajib selanjutnya adalah ruku’. Kedua tangan diangkat setinggi telinga dan membaca Allaahu akbar, kemudian badan dibungkukkan, kedua tangan memegang lutut dan ditekankan. Usahakan antara punggung dan kepala supaya rata. Setelah sempurna, kemudian membaca do’a berikut sebanyak tiga kali:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal ‘adziimiwa bihamdih (3x)
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Maha agung dan segala puji bagi-Nya.”

Selanjutnya membaca :

6. I'tidal

Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca:

سمع الله لمن حمده

Sami’allaahu liman hamidah
Artinya : Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya.

Kemudian dilanjutkan membaca :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

Rabbanaa lakal hamdu, 
mil’us samaawati wa mil ‘ulardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du
Artinya : Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu

Selanjutnya :

7. Sujud
Selesai I’tidal lalu sujud dengan meletakkan dahi di alas shalat. Ketika turun, yaitu dari berdiri i’tidal ke sujud sambil membaca “Allahuu akbar”. Dan saat sujud membaca tasbih sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal 'ala wa bihamdihi
Artinya, “Mahasuci Tuhanku yang Maha tinggi dan segala puji bagi-Nya.”

Setelah sujud, lalu duduk


8. Duduk di antara dua Sujud dan membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, 
wa ‘aafinii' wa’fu ‘annii.

Artinya, “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.

Kembali sujud lagi

Sujud Kedua
Sujud kedua, dikerjakan seperti sujud pertama baik cara maupun bacaannya.

Dengan selesainya sujud ke dua berarti kita telah menyelesaikan rakaat pertama. Ulangi lagi dari awal untuk rakaat berikutnya

Selesai satu rakaat
Kemudian dilanjutkan lagi
untuk rakaat ke dua, dilaksanakan seperti rakaat pertama

Setelah selesai rakaat ke dua kita tetap duduk namanya duduk tahiyat atau Tasyahud. Namanya Tasyahud awal, satu kali Tasyahud untuk sholat dua rakaat


9. Tasyahud Awal ( duduk membaca Tahiyat awal )

Baca Tahiyatul awal dilanjutkan dengan sholawat nabi

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ

Attahiyyaatul mubaarokaatush 
sholawaatuth thoyyibaatu lillaah.
Artinya : Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya bagi Allah.

السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh.

Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya

السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ

Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. 
Artinya : dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ 

Asyhadu allaa ilaaha illallooh
Artinya : Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh
Artinya : dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ

Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad.
Artinya : Ya Allah! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.

Setelah selesai selesai tahiyatul awal kita kembali seperti rakaat pertama untuk rakaat ke tiga dan empat. Rakaat ke tiga dan empat setelah bacaan alfatihah kita tidak lagi baca ayat Qur'an, kita langsung rukuk

Setelah selesa dari sujud kedua dari rakaat ke empat kita kembali duduk, namanya duduk Tasyahud akhir.

Gambar Posisi kaki saat Tahiyat awal

10. Tahiyatul Akhir
Baca Tahiyatul awal dilanjutkan dengan sholawat nabi

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ

Attahiyyaatul mubaarokaatush 
sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. 
Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya bagi Allah.

السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh.
Artinya : Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya

السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ

Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. 
Artinya : dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ 

Asyhadu allaa ilaaha illallooh 
Artinya : Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh
Artinya : dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah

Pada saat Tahiyat akhir dilanjutkan membaca sholawat nabi lengkap

1 1 . Membaca sholawat nabi

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ

Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad.
Ya Allah! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.

كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ 

Kamaa Shallaita Alaa Ibroohiim Wa Alaa Aali Ibroohiim.
Sebagai mana telah engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.

وَباَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ

Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. 
Artinya : Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya.

كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ

Kamaa Baarakta Alaa Ibroohiim Wa Alaa Aali Ibraahiim 
Artinya : Sebagaimana engkau telah memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. 

 فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Fil’Aalamiina Innaka Hamiidun Majiid
Bahwasa nya engkau tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”

Selesai tasyahud Awal, berdiri kembali dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca Allaahu akbar untuk mengerjakan raka’at ketiga. Tata cara sama seperti raka’at kedua namun tanpa membaca surat pendek.

Selesai raka’at ketiga, langsung mengerjakan raka’at keempat. Tata cara raka’at keempat sama seperti raka’at kedua namun tanpa membaca surat pendek. Kemudian setelah sujud terakhir, dilakukan tahiyatul akhir dengan duduk kaki bersilang (tawarruk) diakhiri dengan membaca salam

12. Salam
Selesai Tahiyatul Akhir, lalu kita mengucapkan satu salam dengan menengok dan menoleh ke kanan dan satu salam lagi ke arah kiri.

Dengan ucapapan salam sebagai berikut

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. 
Artinya : Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu

13. Tertib 
Tertib Artinya, mendahulukan yang dahulu dan kemudiankan yang kemudian.


Semoga bermanfaat
Amin, ya rabbal Alamin